Selasa, 27 April 2010

Ketika Mereka (Laila dan Bintang) Mencari Sayap

BUnda Ayah..Laila ingin sekali punya sepatu roda, dan mogah2 bunda dan ayah sehat sentosa dan panjang umur. Meskipun kalian cerai tapi laila ingin yang terbaik untuk kalian.dan kalians ehat bahagia. A juga nggaj mau kalian mati. Kata laila ayah masih tetep ayah laila dan ayah tetap ayah laila.

Ayah ayah nggak mau memanggil ayah yang lain soalnya Laila cinta kalian.Laila nggak mau kalian sedih. Ayah nggak kenapa kenapa sama bunda, mogah2 nggak ada yang menculik bunda dan ayah mogah2 bunda dan ayah nggak diculik. Laila ingin kalian tidak sakit dan tidak diculik. Dan laila ingin ayah dan bunda jadi orang yang sukses dan bisa memecahkan segala hal. Kalau bunda dan ayah suka sedih Laila nggak mau sama bunda dan ayah

Salam laila



Ini tulisan Laila, gadis cerdas yang dibesarkan seorang ibu single parent, , awalnya aku tidak begitu nggeh dengan tulisan ini, namun ketika alink memintaku membacanya aku shock dan terpana Bukan hanya keluguan dalam kata kata itu yang membuat airmataku menitik namun suatu bayangan wajah tiba tiba melintas ketika aku membacanya..wajah Bintang..Putraku tersayang.


Sudah sebulan ini Bintang selalu bertanya tentang ayahnya, sosok yang tidak pernah dikenalnya sejak ia lahir. Ayah bagi Bintang adalah sosok samar yang tidak pernah ada dalam hidupnya karena kami hanya berdua. Aku tahu.,,Bintangku yang cerdas bertanya tanya dalam hatinya, dan aku juga sadar ia mencari dan merindukan sosok itu, karena tatapan matanya tak pernah bisa bohong ketika yang lain bercengkrama dengan ayahnya dan Bintangku terlihat sangat sedih..


Beberapa minggu yang lalu 13 April 2010…..kerinduan dan keingintahuan Bintang mencapai puncaknya, aku harus meninggalkan sholat magribku ketika Bintang tiba –tiba menepuk lemari dengan sangat keras dan ia terjatuh sambil tergugu. Aku kaget dan memeluknya…

‘’Bintang kenapa nak? ‘’ tanyaku, muka pangeranku itu memerah dan dadanya sesak menahan beban yang sangat berat.

‘’Jemput ayah Bintang bunda…ayah Bintang mana? Bintang mau ayah… ‘’ujarnya terisak. Sungguh..andaikan aku bisa tenggelam dan menghilang ke bumi maka aku akan memilih jalan itu…sungguh inilah pertanyaan yang paling aku takutkan.


Kupeluk Bintang dengan erat, aku mencoba menenangkannya dan menoba menguatkan hatiku sendiri, munkin sudah saatnya aku dan Bintang bicara tentang ayahnya, tema yang selama ini selalu aku hindari.


‘’Bintang rindu pada ayah ya nak? Tanyaku lembut. Ia mengangguk

‘’Ayah Bintang sudah mati ya bunda? ‘’tanyanya. Aku lagi lagi shock

‘’Nggak nak, ayahmu ndak mati..hanya saja ayah mu jaauuuuuuuuh sekali ‘’ ujarku

‘’Ayah ndak bisa dijemput bunda? Pake bus? Atau pake pesawat? ‘’tanya lugu

‘’Nggak bisa nak, Ayah ndak bisa pulang walaupun dijemput pake pesawat

‘’jadi bagaimana bintang bisa bertemu ayah bunda?

‘’hmmm kita harus cari ayah yang baru, jawabku sekenanya saja

..ayuuk bunda…cari ayah yang baru…….kapan ? ‘’

Aku menarik nafas…nak maaakan bunda..ini yang sulit…

….hmmmm kalau Bintang pintar dan tak nakal…..munkin nanti saat bintang TK ayah akan pulang,… bujukku’’ lagi-lagi asal asalan saja. Bintang tersenyum dan ia meciumku senang


Malam itu kami bicara cukup panjang, dan hanya satu tema tentang ayahnya, aku hanya menarik nafas sedih ketika Bintang bercerita ia akan meminjamkan thomasnya kalau si ayah pulang, ia akan membeli mainan layan layang dengan ayahnya dan ia akan membereskan mainnya dengan sang ayah


Sungguh aku ingin menjerit, sungguh aku ingin menangis..Nak…inilah hasil karena aku memilih berpisah dengan ayahmu, engkau merajut harap dan impian yang entah kapan terwujud. Engkah hanya mengantang asap nak…akan sebuah kebahagiaan yang masih jauh dari tangan kita.


Nak..munkin saatnya Bunda harus membuka hati menerima yang lain dan ia akan menjadi ayahmu, dan berhasilkah kita.? Sosok yang akan datang itu pasti akan sangat mudah menjadi suamiku namun entah bisa menjadi ayahmu, bisakah ia memenuhi impianmu akan seorang ayahnya., sudikah ia memelukmu dan membayar kerinduanmu akan kasih saying seorang ayah. Nak….maafkan bunda..maafkan bunda..maafkan bundaaa..maafkan bunda..maafkan bunda..



Hari berlalu, sekarang Bintang mulai gembira dan tidak bertanya tentang ayahnya, namun hatiku tetap tertusuk karena bila menginginkan sesuatu Bintang akan rela menundanya demi sang ayah.

‘’Bunda..Bintang mau beli pesawat, tapi Bintang belinya kalau ayah pulang aja ya, pasti ayah belikan Bintang pesawat yang ada baling2 nya ‘’ Dug.

Dan banyak lagi ucapan senada yang membuat aku ingin lari dan menangis


Sekarang membaca tulisan laila…aku kembali menangis, Nak…..sebegitu sedihkan kalian, sebegitu berdosakah kami…, maafkan kami Nak..yang membuat kalian kehilangan sebelah sayap , yang membuat kalian hanya bisa mereguk impian akan bahagianya keluarga.


Maafkan Kami Nak, karena pilihan ini kalian merasa berbeda, kalian harus menggapai disebelah sisi dan sisi yang lainnya entah dimana. Maafkan Kami nak…menyuguhi cerita kelam dalam usia kalian yang masih belia…maafkan Kami yang memberi tanaa yang harusnya belum ada.



Tapi..sayangku Laila dan cintaku Bintang, Andai Tuhan memberi kami pilihan…kami akan memilih membesarkan kalian bersama ayah kalian, bukan hanya karena sulitnya mencari rupiah demi rupiah untuk biaya hidup kita, tapi karena kami tidak bisa menahan tangis bila melihat tatapan iri kalian pada teman-teman yang bermain bersama ayahnya. Kami akan memilih membesarkan kalian dengan ayah kalian karena kami juga tahu kalian butuh pelukan ayah.


Tapi Nak…hidup adalah hidup, sekuat apapun kita mengukir kehidupan namun polanya tetaplah dari Dia yang diatas sana, dan inilah pola hidup kita nak, kita hanya berdua, kalian dan bunda.

Kami juga sedih awalnya…..kami juga kecewa Nak…dan galau.


Namun Bunda punya Bintang, Bunda Ade punya Laila.., kalianlah semangat hidup kami, Kalianlah api dalam kedinginan hati, cahaya dalam kegelapan jiwa, kalian bintang dalam kelamnya hidup, Kalian tawa dalam tangis, suka dalam duka kami.

Kalian memang tidak punya sepasang sayap, tapi kalian punya hati kami yang sangat besar dan itu semua untukmu, Kalian memang tidak punya dua sisi, namun jiwa dan cinta kamu semuanya untukmu.


Anakku Laila dan Bintang,..hapus air mata kalian karena itu akan menyurutkan air mata kami, mari nak..kita menghiasi pola hidup kita seindah munkin, agar bahagia tetap dapat kita raih walaupun tetap tidak seperti yang lain.


Genggam tangan bunda nak..mari melangkah bersama…karena perjalanan kita masih sangat jauh dan panjang, Bunda akan menjaga kalian dari onak dan duri….dari angin dan badai disepanjang perjalanan.


Untukmu Laila….kedewasaanmu dan kebijaksanaamu nak… membuat mentari akan terkalahkan, tetaplah bersinar karena itu akan membuat bunda bahagia, tetaplah tegakkan kepala karena cinta dan kasihmu adalah kekuataan bundamu…


Untuku Bintang……kesabaran dan doamu nak..adalah penguat dalam hidupku, andaikan suatu saat nanti sosok yang kita tunggu datang…. Bunda harap engkau bahagia dan bersabar bersamanya, sungguh nak,,dirimu adalah segalanya bagiku.


Bunda ade……airmata ini kuharap akan tetap ada…karena airmata hati ini tidak pernah kering adanya, namun semoga air mata kita hari ini akan member kesejukan akan hidup kita kelak….aku sayang kalian semua



Bangkinang. 28 april 2010

.Ummu Bintang-





0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster