Kamis, 16 Juni 2016

Kenapa Harus "Mohon Maaf " Terus?


Pagi itu.....
Bintang : Mi..
Me : hmmmm?
Bintang : kenapa sebelum puasa kita saling minta maaf? Trus saat lebaran minta maaf lagi? Kok mohon maaf terus?
Me : hmmmm......

Pertanyaan seperti ini bukan yang pertama kali yang diajukan Bintang, sudah dua tahun belakangan ini Bintang merecoki saya dengan pertanyaan pertanyaan sehubungan kegiatan yang dilakukan saar hari hari besar agama, bukan hari besar islam saja, namun juga agama lain. Dan itu cukup buat mommy nya yang pengetahuan agamanya minim ini bingung. Termasuk pertanyaan, kenapa setiap lebaran umat islam selalu mengatakan " mohon maaf lahir dan batin ".

Mungkin karena kemajuan tekhnologi imformasi seperti TV membuat anak anak seusia Bintang sudah bisa lihat budaya dan tradisi agama lain, karena dulu saya taunya natalan itu atau imlek cuma dari cerita guru di sekolah, itupun karena ditanya kenapa libur. Sementara Bintang dengan gampangnya melihat semua persiapan dan kesibukan keagamaan termasuk agama lain dari TV.

Bukan hanya itu, setiap hari besar agama apa saja, maka berarti hari libur, berarti juga kesempatan mengajak Bintang jalan jalan, nah di Mall dan sudut sudut strategis di tempat keramaian akan ada pernik pernik sesuai hari tersebut. Misalnya Imlek akan ada angpau, barongsai, lampion. Ketika Natalan akan ada pohon natal, sinterklass dan kereta salju, dan ketika lebaran akan ada ketupat mengantung dimana mana. Miniatur kubah mesjid. Dan itu ternyata tidak luput dari perhatian Bintang.

Bahkan saya juga punya andil langsung, karena saya juga punya saudara yang keturunan Tionghoa dan Budhis. Sebagai ponakan Bintang sangat dekat dengan mommy Alink mulyani.. Maka setiap imlek kami akan mengunjungi mommy Alink.
Selain itu saya juga punya teman dengan agama lain dan budaya berbeda, secara hubungan kemanusiaan kami semua dekat.

Dan awalnya saya memang ingin Bintang tahu semua itu, agar menimbulkan jiwa dan sikap tolerasi pada dirinya, sehingga ia akan menghormati keberagamaan kepercayaan dan budaya ini. Karena saya tahu Bintang bahkan saya saat ini tidak bisa hidup dalam dunia hemogen, yang hanya satu agama dan satu budaya, namun harus hidup di dunia heterogen dengan aneka keragaman. Entah kemana nasib membawanya kelak, yang jelas Bintang akan berada di dunia penuh keragaman.

Namun sisi lain menimbulkan dampak, dampak pertanyaan bertubi tubi termasuk protes dari Bintang soal ini dan itu, dan jujur saja tidak semuanya bisa saya jawab.
Misalnya dulu, ketika imlek tiba, Bintang bertanya kenapa setiap imlek meriah sekali. Ada lampion, ada barongsai, ada pohon yang berbunga. Angpao dan warna merah dimana mana. Lalu Bintang membandingkan, kenapa pas lebaran yang ada cuma ketupat, hijau, kecil pulak tu.

Saat itu saya coba jelaskan, lebaran juga punya takbir keliling, pakai obor dan bedug. Pakai acara kunjung mengunjungi dan juga amplop THR.
Saat Natalan Bintang nanya, kenapa mereka punya siteklass, kenapa ada kado kado natal, kenapa ada kereta salju. Saya saat itu memang bingung menjawab apalagi Bintang sangat cerewet.
Pertanyaan pertanyaan soal tradisi menyambut hari hari besar ini terus berlanjut, kadang saya menjawab dan kadang saya alihkan dengan cerita yang lain. Saya tahu Bintang takkan terpuaskan dengan jawaban yang seadanya.

Dan kali ini Bintang bertanya, : kenapa menjelang Ramadhan kita selalu minta maaf pada semua orang, lalu pada lebaran minta maaf lagi?
"Karena kita akan memasuki bulan suci, kita akan minta ampun dan bertobat pada Allah, ya sebelum bertobat minta maaf dulu pada manusia agar Tobat kita diterima " jawab saya pada awalnya.
"Trus kenapa minta maaf lagi pada lebaran? Kan sudah minta maaf sebelum puasa, trus kita sudah tobat, sudah minta ampun dan tidak jahat, kok minta maaf lagi ?
Nah untuk yang ini saya tak bisa jawab langsung. Iya ya, kok minta maaf lagi???

Sebenarnya pertanyaan ini pernah dulu ditanyakan, saat ia mendengar kata kata saat imlek : gong xi fat cay.
Waktu itu sodaranya Dave mengajarnya mengucapkan kalimat itu, saya tidak tau apakah dave juga menjelaskan artinya, namun Bintang tak banyak tanya setelah itu.
Sekarang giliran saya yang ditanya soal ucapan lebaran.

Hfff...satu sisi senang punya anak yang kritis seperti ini, namun sisi lain..buat capek sodara sodara, apalagi kalau kita tidak bisa menjelaskan dengan tepat. Saya tidak mau asal jawab saja pertanyaan Bintang, karena saya takut ia akan menerima dan merekam semua jawaban itu dan menjadikan itu sebuah pegangan. Apalagi kalau sudah menyangkut soal agama. Itu sebabnya kadang saya alihkan dulu pembicaraan kami atau saya minta Bintang menunggu. Agar apa yang dijawab nanti tidak salah.

Sejatinya seorang anak akan anggap semua yang dikatakan Ibu nya adalah kebenaran, apalagi bagi anak seumuran Bintang, tanpa peduli seberapa jauh mommy nya memahami agama. Kalau sudah begini, maka beberapa teman dan ustad akan jadi sasaran pertanyaan saya untuk nanti saya jelaskan pada Bintang.
Mohon doa dan bantuanya terus ya teman teman, agar apa yang saya sampaikan tidak membuat putra saya malah salah memahami agama.

Kampar, 10/6/2016

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster